
Jabon merupakan komoditas yang masih tergolong baru dikenal masyarakat, meskipun keberadaannya sudah jauh ada di Indonesia. Sebagai salah satu perusahaan penyedia bibit Jabon, maka CV. Alam Jabon Santoso (CV.AJS) berupaya memperkenalkan budidaya tanaman Jabon kepada masyarakat maupun institusi formal. Oleh karena itu, CV.AJS memiliki program pelatihan budidaya tanaman Jabon, sebagai bentuk kepedulian sekaligus program marketing dari perusahaan.
Pada tanggal 17 sampai 19 Maret 2010 kemarin, CV. Alam Jabon Santoso mendapatkan kesempatan untuk melakukan pelatihan budidaya tanaman Jabon dan Sengon bagi karyawan PT. Perkebunan Nusantara IX (PTPN IX) dari Semarang. Kesempatan tersebut terlaksana sebagai kelanjutan kerjasama dengan PTPN IX untuk pengadaan bibit Jabon oleh CV. AJS di lingkungan PTPN IX.
Pihak PTPN IX mengirimkan para karyawan yang ditunjuk sebagai bagian dari Tim Optimalisasi Lahan di lingkungan PTPN IX. Adapun para karyawan tersebut terdiri dari :
1. Bpk. Mahmudi, S.P.
2. Bpk. Iswahyudi, S.Pd.,S.E.
3. Bpk. Ir. Agus Sulistiyanto
4. Bpk. Nurdianto, S.P.
5. Ibu Asih Warastuti, S.E.
6. Bpk. Eriek Kristiono, S.E.
7. Bpk. Pudji Lestari, S.P.
8. Bpk. Asep Sontani, S.P.
9. Bpk. Sudiran
10. Bpk. Petrus Budiman, S.P.
Tim Optimalisasi Lahan ini datang tanggal 17 Maret 2010 sekitar jam 04.00 WIB pagi. Mereka langsung menuju ke penginapan yang sudah kami sediakan di Hotel Grand Aloha, Lumajang. Para peserta pelatihan langsung istirahat dulu karena terlalu lelah dalam perjalanan yang kurang lebih sekitar 12 jam.
Setelah istirahat sejenak dan membersihkan diri, para peserta langsung diantarkan ke Rumah Makan Pondok Asri, tempat pelatihan teori budidaya Jabon dan Sengon dilaksanakan. Acara yang dibuka oleh Widy Taurus Sandy, selaku Direktur Utama CV.AJS yang kemudian langsung dilanjutkan teori budidaya tanaman Jabon yang disampaikan oleh Sugeng Santoso, selaku Direktur Teknis CV.AJS. Kemudian, langsung dilanjutkan ke sesi berikutnya yaitu budidaya tanaman Sengon yang disampaikan oleh Bapak Sulkan dan Bapak Misnawi dari Dinas Kehutanan Kabupaten Lumajang
.Tepat jam 12:30 para peserta istirahat, sholat dan makan. Kemudian, setelah itu dilanjutkan ke sesi tanya jawab selama 1 jam. Setelah itu, para peserta langsung dipandu ke lokasi pembibitan tanaman Jabon di jl. Gunung Agung, Lumajang. Di lokasi tersebut, para peserta langsung diberikan contoh dan praktek pembibitan dan perlakuan-perlakuan yang diberikan kepada bibit Jabon. Setelah itu, para peserta diajak melihat tanaman Jabon yang lokasinya di dekat pembibitan.
Keesokan harinya, para peserta diajak melihat lokasi pembibitan sengon di desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Lumajang. Setelah itu para peserta diajak melihat pengolahan kayu jabon dan sengon yang masih tradisonal (traditional log timber) di desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Kemudian, para peserta diajak melihat lokasi penanaman jabon di beberapa lokasi di gunung dan di laut.
Di hari terakhir setelah meninggalkan hotel, para peserta diajak kembali ke lokasi pembibitan jabon milik CV.AJS untuk mengambil contoh bibit Jabon dan memantapkan lagi pelatihan yang telah diberikan sebelumnya. Kemudian, para peserta diajak ke lokasi pabrik pengolahan kayu di PT. Alam Rimba di Kecamatan Sumbersuko dan PT. Wana Cahaya Nugraha di Kecamatan Klakah. Para pengelola kayu, khususnya untuk plywood mengatakan bahwa kayu Jabon pada 5 tahun mendatang pasti akan menjadi primadona karena ketersediaan bahan baku meranti dan mahoni diprediksi akan habis karena masa tumbuhnya tidak mampu mengikuti permintaannya dari industri perkayuan.
Perusahaan sebesar PTPN IX ternyata telah sadar lingkungan dengan mengoptimalkan lahannya dan berinvestasi menanam Jabon. Hal ini mendukung konsep berinvestasi sambil menjaga kelestarian alam untuk mencegah Pemanasan Global (global warming). Oleh karena itu ditunggu kiprah perusahaan lainnya yang berkenan ikut melestarikan lingkungan !!!
Saatnya Indonesia Menanam !!!
Jumat, 02 April 2010
Pelatihan Budidaya Jabon bagi Karyawan PTPN IX
Diposting oleh Alam Jabon di 01.43 0 komentar
Rabu, 27 Januari 2010
The other names of Jabon
The other names of Jabon
Beberapa waktu yang lalu saya lagi iseng-iseng searching di google tentang tanaman Jabon atau bahasa latinnya adalah Anthocephalus Cadamba. Ternyata, di beberapa daerah di nusantara dan bahkan di luar negeri, Jabon sudah dikenal dengan nama daerah yang berbeda-beda.
Secara botanis atau bahasa latin, Tanaman Jabon memiliki nama Anthocephalus chinensis (Lamk.) A. Rich. ex Walp. syn. Anthocephalus cadamba Miq, famili Rubia¬ceae. Keren sekali kan namanya !
Di beberapa daerah di nusantara tanaman kayu yang batangnya lurus ini dikenal dengan banyak nama. Antara lain di pulau Jawa biasanya disebut dengan Jabon, jabun, hanja, kelampeyan, kelampaian. Di daerah Sumatra biasanya disebut dengan galupai. galupai bengkal, harapes, johan, kalam¬pain, kelampai, kelempi, kiuna, lampaian, pelapai¬an. selapaian, serebunaik. Di daerah Kalimantan biasanya Jabon disebut dengan bahasa daerah yaitu antara lain: ilan, kelampayan, taloh, tawa telan. tuak, tuneh, tuwak. Di daerah Sulawesi, Jabon biasanya disebut dengan nama antara lain: bance, pute. loeraa, pontua, suge manai, sugi manai, pe¬kaung, Toa. Di daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) pohon Jabon biasanya disebut dengan nama antara lain : gumpayan. kelapan. mugawe, sencari. Sedangkan di Irian Jaya, pohon Jabon disebut dengan nama daerah : aparabire dan masarambi. Unik juga ya ?
Sedangkan di manca negara, ternyata juga tumbuh dan memiliki nama daerah yang unik-unik. Contohnya di Vietnam, pohon Jabon dikenal dengan nama pohon “Gao”. Nama lainnya dan lebih banyak disebut di berbagai negara adalah pohon “kadam” yang disebut di negara Perancis, Jerman, India, Italia, Belanda, Pakistan, Spanyol, Inggris serta Amerika. Di tanah Jiran Malaysia, pohon Jabon bahkan juga memiliki beberapa nama seperti pohon “Laran” di daerah sekitar Sabak, pohon “Kelempayan” bagi masyarakat di daerah sekitar Kuala Lumpur; dan juga pohon “selimpoh”, “limpoh”, “entipong”, atau “sempayan” bagi masyarakat malaysia di daerah Serawak. Di Brunei Darusalam disebut dengan pohon “Bangkal”. Sedangkan di daerah Birma disebut dengan “mau-Iettan-she” dan di daerah Philipina disebut dengan pohon “kaataan bangkal”.
Sungguh sangat beragam sekali sebutan pohon Jabon ini. Hal ini dikarenakan batasan ekologisnya yang luas dan penggunaannya yang cukup banyak sehingga di beberapa daerah dapat tumbuh dan juga diperlukan sebagai bahan baku untuk beberapa industri. Oleh karena itu, potensi pasar tanaman Jabon ke depan sangat cerah mengingat habitus dan daerah penyebarannya yang cukup merata hampir di seluruh pelosok tanah air dan juga kegunaannya yang terus bertambah banyak serta usia panen yang cukup singkat membuat tanaman Jabon menjadi calon primadona produk kehutanan rakyat di negara kita.
Diposting oleh Alam Jabon di 21.34 0 komentar
Senin, 26 Oktober 2009
Estimasi Hasil Agribisnis Jabon
Industri perkayuan dalam bentuk plywood ini mengakibatkan permintaan akan kayu semakin tinggi. Industri kayu memiliki skema produksi yang unik, dimana arus outputnya lebih besar daripada arus inputnya. Penyediaan bahan baku yang relatif lama menjadi faktor kendalanya.
Agribisnis Jabon, berupaya menjawab tantangan industri perkayuan khususnya plywood tersebut. Kondisi ini dikarenakan usia panen tanaman jabon yang relatif singkat untuk ukuran tanaman kayu. Jabon dapat dipanen pada umur 7 tahun dan di beberapa tempat bahkan bisa dipanen pada umur 6 tahun. Sehingga, tanaman jabon merupakan alternatif yang paling tepat sebagai bahan baku plywood atau industri perkayuan sejenis.
Harga pasaran untuk per-kubik kayu jabon sebesar Rp.850.000 sedangkan untuk usia tebang 7 tahun satu batangnya dapat menghasilkan rata-rata sebanyak 1,5 meter kubik. sehingga, dalam 1 batang pohon jabon usia tebang 7 tahun dapat menghasilkan uang Rp.1.275.000.
Dalam 1 Hektar lahan, estimasi jumlah batang yang siap dipanen adalah sebagai berikut :
- jarak tanam 4 x 6 meter dapat menghasilkan 400 batang pohon.
- jarak tanam 4 x 4 meter dapat menghasilkan 625 batang pohon.
- jarak tanam 3 x 4 meter dapat menghasilkan 825 batang pohon.
- jarak tanam 3 x 3 meter dapat menghasilkan 1.000 batang pohon.
- jarak tanam 4 x 6 meter dapat menghasilkan Rp.400.000.000.
- jarak tanam 4 x 4 meter dapat menghasilkan Rp.625.000.000.
- jarak tanam 3 x 4 meter dapat menghasilkan Rp.825.000.000.
- jarak tanam 3 x 3 meter dapat menghasilkan Rp.1.000.000.000.
itu dalam masa 7 tahunan, maka jika dibagi dalam 1 tahun kita bisa menghasilkan uang dalam 1 Hektarnya sebesar :
- jarak tanam 4 x 6 meter dapat menghasilkan Rp.57.142.857,- per-tahun.
- jarak tanam 4 x 4 meter dapat menghasilkan Rp.89.285.714,- per-tahun
- jarak tanam 3 x 4 meter dapat menghasilkan Rp.117.857.142,- per-tahun
- jarak tanam 3 x 3 meter dapat menghasilkan Rp.142.857.142,- per-tahun.
1. Bpk. Sugeng (HP : 081252000123)
2. Bpk. Widy (HP : 08123456901)
atau kirimkan email ke : alamjabon@gmail.com
Buruan beli sekarang ! mumpung menjelang musim hujan tiba ! dan dapatkan diskon khusus selama musim awal penghujan ini !!!
Selamat Berinvestasi !!!
Diposting oleh Alam Jabon di 01.11 0 komentar
Minggu, 25 Oktober 2009
Dapatkan Diskon Harga Bibit Jabon !!!
Menjelang musim hujan tiba, CV.Alam Jabon Santoso memberikan potongan harga khusus bagi para calon pelaku agribisnis tanaman Jabon di Indonesia.
Adapun potongan harga tersebut berlaku sampai dengan akhir tahun 2009.
Berikut ini adalah daftar harga dari bibit Jabon per-batangnya :
1. bibit Jabon cabutan (3 s/d 8 Cm) dari Rp.1.000 menjadi Rp.750
2. bibit Jabon cabutan (10 s/d 25 Cm) dari Rp.2.000 menjadi seharga Rp.900
3. bibit Jabon Sosis (3 s/d 5 Cm) dari Rp.1.500 menjadi Rp.1.000
4. bibit Jabon Sosis (10 s/d 25 Cm) dari Rp.2.500 per-batang menjadi Rp.1.150
5. bibit siap tanam (25 s/d 40 Cm) dari Rp.3.500 menjadi Rp.1.500.
Potongan harga khusus ini belum termasuk ongkos kirim.
Informasi lebih lanjut dapat menghubungi kami di :
1. Bpk. Sugeng (HP : 081252000123)
2. Bpk. Widy (HP : 08123456901)
atau kirimkan email ke : alamjabon@gmail.com
Buruan beli sekarang juga !!
Jangan biarkan kesempatan investasi menguntungkan secara finansial dan mendukung konservasi alam berlalu begitu saja !!!
Take Action Now !!!
Diposting oleh Alam Jabon di 23.44 0 komentar
Jumat, 16 Oktober 2009
Bibit Jabon Cabutan
Proses setelah pemindahan bibit taburan ke media sosis kami sebut dengan Bibit Jabon Cabutan. Produk ini merupakan produk kami yang paling diminati oleh para rekan pembibit lainnya, mengingat harganya tidak terlalu mahal, prosesnya tidak terlalu rumit dan pengirimannya tidak memakan banyak biaya karena dikemas dalam box sterofoam.
Harga bibit Cabutan ini adalah sebagai berikut :
1. Bibit Cabutan umur 3 bulan (tinggi 5 Cm) : Rp.1.000,- per batang
2. Bibit Cabutan umur 4 bulan (tinggi 10 Cm) : Rp.1.500,- per batang
3. Bibit cabutan umur 5 bulan (tinggi 25 Cm) : Rp. 2.500,- per batang
Pengiriman dari bibit Sosis Jabon atau Bibit cabutan ini menggunakan sterofoam agar bibit jabon aman dan tidak rusak.
Jika anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang budidaya jabon dan berminat untuk berinvestasi agribisnis tanaman Jabon maka anda dapat menghubungi kami di :
1. Bpk. Sugeng (HP : 081252000123)
2. Bpk. Widy (HP : 08123456901)
atau kirimkan email ke : alamjabon@gmail.com
Jangan menunggu pelaku agribisnis Jabon lebih banyak lagi ! kesempatan investasi dengan return besar ada di depan kita !
TAKE ACTION NOW !!!
Diposting oleh Alam Jabon di 01.27 0 komentar
Pemindahan Bibit Taburan Jabon ke Media Sosis
Proses setelah taburan bibit jabon dari media pembenihan adalah pemindahan ke media yang lebih sesuai yaitu kami menyebutnya dengan "Media Sosis". Adapun media ini adalah media plastik berukuran tinggi 3 cm dan diameter 1,5 cm sampai dengan 3 cm.
Kemudian, setiap bibit taburan Jabon harus dipindah satu persatu ke media sosis. Proses ini memerlukan ketelitian, kelembutan dan kerajinan karena mengingat kecilnya bibit tabur Jabon.
Proses ini merupakan kegiatan produksi padat karya karena memerlukan banyak tenaga kerja agar setiap bibit taburan berkualitas saja yang dibudi-dayakan ke media sosis.
Proses ini nantinya akan menghasilkan bibit Jabon berkualitas sejak awal karena seleksinya sudah dimulai saat pemindahan bibit taburan jabon ke media sosis yaitu bibit sosis jabon.
Jika anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang budidaya jabon dan berminat berinvestasi di agribisnis tanaman Jabon maka anda dapat menghubungi kami di :
1. Bpk. Sugeng (HP : 081252000123)
2. Bpk. Widy (HP : 08123456901)
atau kirimkan email ke : alamjabon@gmail.com
Jangan menunggu ! kesempatan investasi ada di depan kita ! mumpung sedikit sekali pelaku bisnis di bidang ini sedangkan peluang permintaan kayu Jabon sebagai alternatif industri perkayuan nasional semakin luas mengingat penawaran kayu lain yang semakin sedikit...
TAKE ACTION NOW !!!
Diposting oleh Alam Jabon di 01.03 0 komentar
Kamis, 15 Oktober 2009
Penaburan Biji Jabon
Setelah biji jabon siap ditabur maka langkah selanjutnya adalah menaburkan biji jabon tersebut ke media penanaman. Media penanaman dibuatkan di "bedengan" yang sudah diolah terlebih dahulu.
Proses penaburan ini digunakan untuk membentuk kecambah jabon dari biji Jabon murni. Biji Jabon murni tidak ditanam melainkan ditabur karena menganut prinsip "kembali ke alam".
Jika anda ingin informasi lebih lanjut dan berminat untuk berinvestasi agribisnis Tanaman Jabon maka anda dapat menghubungi contact person kami di :
1. Bpk. Sugeng (HP : 081252000123)
2. Bpk. Widy (HP : 08123456901)
atau kirimkan email ke : alamjabon@gmail.com
Jangan menunggu ! kesempatan investasi ada di depan kita !
TAKE ACTION NOW !!!
Diposting oleh Alam Jabon di 21.37 0 komentar
Rabu, 07 Oktober 2009
Buah Jabon
Pembibitan Jabon berawal dari buah jabon. Buah Jabon yang akan digunakan untuk pembibitan sebaiknya berasal dari indukan pohon Jabon yang berkualitas.
Setelah buah jabon dijemur, kemudian langkah selanjutnya dipilih biji Jabon (biasanya disebut dengan "ose") yang akan digunakan untuk benih kecambah.
Benih yang siap tanam tersebut nantinya akan ditebar di media penanaman bibit. Dalam kondisi normal, 1 kg biji murni Jabon dapat menghasilkan 100 ribu batang Jabon siap tanam.
Bagi anda yang langsung ingin mempraktekkan pembenihan tanaman Jabon dan tidak memiliki buah Jabon maka anda bisa mendapatkannya di CV.Alam Jabon Santoso dengan harga Rp.3.500.000,- per-Kg (gratis ongkos kirim bagi anda yang berdomisili di Jawa Timur).
bagi anda yang berminat atau bertanya lebih lanjut, maka anda dapat menghubungi kami di :
1. Bpk. Sugeng (HP : 081252000123)
2. Bpk. Widy (HP : 08123456901)
atau kirimkan email ke : alamjabon@gmail.com
Jangan menunggu ! kesempatan investasi ada di depan kita !
TAKE ACTION NOW !!!
Diposting oleh Alam Jabon di 19.47 0 komentar
Rabu, 02 September 2009
Apa itu Jabon ? Mengapa Jabon ?
Jabon atau dalam bahasa latinnya disebut Anthocepalus Cadamba merupakan tanaman kayu yang sebenarnya tumbuh liar di hutan. Tumbuhan ini sebenarnya dulu di tahun 1970-an sangat terkenal namun karena perkembangan eksploitasi hutan dan beralih fungsinya hutang menjadi ladang atau kebun menjadikan tanaman ini sulit ditemukan.
Tanaman Jabon sebenarnya merupakan tanaman yang dapat menjadi konservasi bagi tanah dan hutan karena sifatnya yang memiliki akar serabut dan banyak sekali menyerap air. Sebagai tanaman hutan, Jabon jarang sekali dibudidayakan karena karakteristik tanamannya membuat budidaya Jabon menjadi unik dan sangat tergantung pada alam sehingga tidak dapat direkayasa.
Tanaman Jabon mulai dilirik oleh pelaku ekonomi semenjak bahan baku industri perkayuan memiliki keterbatasan sumber daya sehingga memerlukan alternatif bahan baku. Ketersediaan bahan baku industri perkayuan seperti jati, sengon, mahoni, dll sangat terbatas karena memang umur tebang pohon yang relatif lama (lebih dari 8 tahun).
Tanaman Jabon memiliki karakteristik yang unik :
- Jabon mudah tumbuh tanpa perlakuan khusus dan ekstrim.
- Batang Jabon memiliki karakteristik yang unik yaitu silinder dan tegak lurus.
- Cabang Jabon dapat rontok dengan sendirinya sesuai dengan umur dan iklim sehingga dapat mengoptimalkan tumbuh kembang batangnya secara mandiri.
- Warna kayu Jabon putih kekuning-kuningan sehingga memenuhi syarat karakteristik bahan baku furniture.
- Serat kayu Jabon padat halus sehingga sangat sesuai untuk produk plywood atau furniture.
- Jabon memiliki ekologi tumbuh pada ketinggian 0 sampai 1500 dpl sehingga memiliki cakupan kesesuaian tanam yang lebih luas dibanding tanaman kayu yang lain.
- Tanaman jabon dapat tumbuh pada Ph tanah antara 4,5 sampai 7,5.
- Tanaman jabon dapat tumbuh di daerah dengan curah hujan 1500 sampai dengan 3000 ml / th.
- Suhu lingkungan tempat tanaman jabon tumbuh berkisar antara 14 sampai 40 derajat celcius.
- Usia tebang Jabon relatif singkat yaitu berkisar antara 5 sampai 8 tahun.
- Secara ekonomis, Jabon merupakan bahan baku untuk pembuatan industri multiplek, kertas, furniture, kerajinan tangan, pensil, dll.
Harga kayu Jabon di pasaran relatif tinggi. Adapun harga jual jabon yang usia tebangnya antara 7 sampai 10 tahun dengan asumsi tiap batangnya mampu menghasilkan 1,5 meter kubik. Pada tahun 2009 ini harga log kayu Jabon berkisar antara Rp.850.000 sampai Rp.1.100.000 per meter kubik. Berdasarkan harga minimal yaitu Rp.850.000 per meter kubik, maka apabila 1 batang kayu jabon usia tebang 8 th mampu menghasilkan setidaknya Rp.1.375.000 per batang.
Berdasarkan karakteristik jabon dan keunggulannya secara ekonomis maka kita perlu melirik Jabon menjadi salah satu alternatif untuk usaha karena memiliki peluang yang masih terbuka lebar dan sangat berpotensi return yang besar bagi kegiatan investasi anda.
Apabila anda membutuhkan informasi tentang Budidaya tanaman Jabon dan seluk beluknya, silahkan anda hubungi contact person berikut ini :
1. Bpk. Sugeng (HP : 081252000123)
2. Bpk. Widy (HP : 08123456901)
atau kirimkan email ke : alamjabon@gmail.com
Jangan menunggu ! kesempatan investasi ada di depan kita !
Diposting oleh Alam Jabon di 20.37 0 komentar
Jumat, 28 Agustus 2009
Pentingnya Penghijauan
"Alam merupakan titipan anak cucu kita, bukan warisan dari orang tua kita". Itulah sepenggal slogan yang seringkali kita dengar, namun acap kali sering kita lupakan. Berbagai bencana akibat dari keangkuhan kita terhadap alam. Bencana banjir adalah salah satu bencana yang sering kita lihat di sekeliling kita akhir-akhir ini.Lantas semua itu penyebabnya apa ?
selain badai atau hujan lebat yang terus menerus ini juga disebabkan karena
1. Ilegal Loging (Penebangan hutan secara liar dan tidak terencana)
2. Bertumpuknya sampah pada saluran air, sehingga terjadi penyumbatan pada saluran air.
3. Kurangnya kesadaran masyarakat untuk melakukan penanaman kembali pada daerah / hutan hutan yang baru di tebangi.
4. Tidak adanya lagi tanah resapan untuk digunakan air sebagai tempat baginya beristirahat dikala hujan turun. tidak ada lagi lahan hijau sebagai tempat resapan air tanah. akibatnya, ketika hujan tiba, tanah menjadi tergerus oleh air dan kemudian air terus meluncur tanpa adanya penghalang alami yang kemudian menyebabkan banjir. dan masih banyak lagi penyebab-penyebab banjir yang lainnya.
Lantas bagaimana upaya kita ?
Upayakan penghijauan sebanyak-banyaknya. Ini dapat dilakukan oleh semua orang dari tua, muda, anak-anak, laki-laki, perempuan. Semua dapat berperan menanam tumbuhan kayu agar keseimbangan hidup di sekitar kita terjaga. Penghijauan di sini yang dimaksud adalah menggalakkan kegiatan menanam pohon di sekitar kita. Bayangkan saja jika 1 orang saja menanam setidaknya 5 pohon maka jika penduduk di Indonesia itu sebesar 230 juta jiwa maka kemungkinan hidup pohon di 10 tahun mendatang adalah tersisa 2 pohon maka pada tahun ke-10 nanti jumlah pohon yang ada untuk melindungi Bumi kita adalah sebanyak 460 juta batang pohon. Wooowww... lumayan banyak kan ???
Lantas tanaman apa yang paling baik untuk Penghijauan ?
TIdak semua jenis tanaman dapat digunakan untuk penghijauan. Jenis tanaman yang baik untuk dijadikan tanaman penghijauan setidaknya harus memenuhi beberapa kriteria :
1. Termasuk tanaman kayu, agar dapat menjadi pelindung dari angin dan badai.
2. Memiliki akar yang serabut sehingga mampu menyerap banyak air yang mengalir di permukaan tanah dan mampu mendistribusikannya ke batang pohon.
3. Tidak beracun sehingga tidak membahayakan manusia.
4. Jika memungkinkan memiliki nilai ekonomis saat tanamannya sudah besar (minimal 6 tahun) agar tidak dipotong saat masih kecil.
5. Daunnya lebat sehingga mampu menjadi paru-paru bagi Bumi.
Lantas apakah Jabon itu baik untuk penghijauan ?
Berdasarkan syarat dari tanaman yang digunakan untuk penghijauan, maka Jabon tergolong pohon yang sangat sesuai dengan kriteria tersebut. Hal ini dikarenakan Jabon memiliki akar serabut, batangnya silinder dan menjulang tinggi bahkan hingga ratusan meter. Pohonnya tidak beracun sehingga aman bagi manusia. Jika sudah besar, barulah pohon jabon memiliki nilai ekonomis, karen hanya batang pohonnya saja yang dapat dimanfaatkan dengan nilai ekonomis lebih.
anda membutuhkan informasi lebih lengkap tentang Jabon sebagai tanaman penghijauan?
Silahkan hubungi contact person kami :
1. Bpk. Sugeng (HP : 081252000123)
2. Bpk. Widy (HP : 08123456901)
atau kirimkan email ke : alamjabon@gmail.com
Diposting oleh Alam Jabon di 00.35 0 komentar
Kamis, 27 Agustus 2009
Penyedia Bibit Tanaman Jabon Berkualitas
Kami CV. Alam Jabon Santoso (CV.AJS) merupakan perusahaan agribisnis yang bergerak secara profesional dalam penyediaan dan konsultasi penanaman bibit tanaman Jabon. Tanaman ini dalam bahasa latinnya dikenal dengan Anthocepalus Cadamba.
Jabon memiliki beberapa keunggulan di bandingkan dengan tanaman kayu rimba lainnya. Selain daya tumbuhnya yang sangat cepat lurus dan tinggi, batangnya berbentuk silinder, cabang akan rontok dengan sendirinya, Sifat ini menguntungkan karena tidak memerlukan pemangkasan. Kayunya berwarna putih agak kekuningan tanpa terlihat serat sangat baik dipergunakan untuk pembuatan kayu lapis (plywood), furniture, bahan bangunan non kontruksi, maupun kayu gergajian, tanaman Jabon menpunyai usai optimal berkisar 1 tahun tetapi pada usia 6 – 8 tahun sudah dapat di tebang (middle minimal 30 Cm).
Apabila saudara berkenan mengetahui lebih banyak tentang Jabon. Anda dapat menghubungi contact person kami yaitu :
1. Bpk. Sugeng (HP : 081252000123)
2. Bpk. Widy (HP : 08123456901)
atau kirimkan email ke : alamjabon@gmail.com
Diposting oleh Alam Jabon di 01.47 0 komentar



